Kebudayaan yang maju adalah syarat bagi Indonesia untuk melaksanakan misi bangsa. Maka dari itu, pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara terencana dan visioner. Kebudayaan yang maju bukan hanya memperkaya khazanah seni dan tradisi, tapi juga mencerdaskan generasi Indonesia sehingga kita menjadi bangsa yang kokoh, arif, dan memiliki daya saing yang tinggi.

Dasar Hukum

Pada 27 April 2017 DPR mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-Undang tersebut disusun sebagai penjabaran atas amanat Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi: “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.” Kebudayaan yang maju adalah syarat bagi Indonesia untuk melaksanakan misi bangsa yang tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945: (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam semangat “pemajuan” itulah kemudian disusun dan disahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 dinyatakan bahwa “Pemajuan Kebudayaan  adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan  kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.” Usaha pemajuan tersebut dilaksanakan terhadap ekosistem dari sepuluh jenis Objek Pemajuan Kebudayaan: (1) tradisi lisan, (2) manuskrip, (3) adat istiadat, (4) ritus, (5) pengetahuan tradisional, (6) teknologi tradisional, (7) seni, (8) bahasa, (9) permainan rakyat dan (10) olahraga tradisional.

Latar Belakang

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Indonesia pada 5-9 Desember 2018 lalu demi menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Dari Kongres tersebut, lahirlah Strategi Kebudayaan dan Rencana Aksi Pemajuan Kebudayaan yang menjabarkan visi dan misi kebudayaan dalam 20 tahun mendatang. Strategi pemajuan kebudayaan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan domestik maupun global. Berikut adalah tujuh Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan:

  1. Menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif
  2. Melindungi dan mengembangkan nilai, ekspresi dan praktik kebudayaan tradisional untuk memperkaya kebudayaan nasional
  3. Mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan budaya untuk memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional
  4. Memanfaatkan obyek pemajuan kebudayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  5. Memajukan kebudayaan yang melindungi keanekaragaman hayati dan memperkuat ekosistem
  6. Reformasi lembaga dan anggaran kebudayaan untuk mendukung agenda pemajuan kebudayaan
  7. Meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan

Seiring dengan tujuh Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan di atas, disusun pula Rencana Aksi Pemajuan Kebudayaan sebagai resolusi seluruh peserta Kongres Kebudayaan. Resolusi ini akan menjadi program prioritas dalam pemajuan kebudayaan selama dua tahun ke depan. Berikut adalah tujuh Rencana Aksi Pemajuan Kebudayaan:

  1. Melembagakan Pekan Kebudayaan Nasional sebagai platform aksi bersama yang meningkatkan interaksi kreatif antar budaya.
  2. Memastikan terjadinya alih pengetahuan dan regenerasi melalui pelindungan dan pengembangan karya kreatif untuk kesejahteraan para pelaku budaya, serta pelibatan maestro dalam proses pendidikan dan pembelajaran formal.
  3. Meningkatkan diplomasi kebudayaan dengan memperkuat perwakilan luar negeri sebagai pusat budaya Indonesia, meningkatkan jumlah dan mutu program pertukaran dan residensi untuk seniman, peneliti dan pelaku budaya, dan menjadikan diaspora Indonesia sebagai ujung tombak pemajuan kebudayaan Indonesia di luar negeri.
  4. Membangun pusat inovasi yang mempertemukan kemajuan teknologi dengan warisan budaya di tiap daerah melalui sinergi antara pelaku budaya dan penggerak ekonomi kreatif guna memanfaatkan kekayaan budaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  5. Membangun mekanisme pelibatan seniman dan pelaku budaya dalam kebijakan kepariwisataan berkelanjutan dan ekonomi kreatif yang berbasis komunitas, kearifan lokal, ekosistem budaya, pelestarian alam, dan pemanfaatan teknologi sebagai jalan keluar dari pendekatan industri ekstraktif.
  6. Membentuk Dana Perwalian Kebudayaan guna memperluas akses pada sumber pendanaan dan partisipasi masyarakat dalam pemajuan kebudayaan.
  7. Memfungsikan aset publik (seperti gedung terbengkalai, balai desa, gedung kesenian) dan fasilitas yang telah ada (taman budaya dan museum) sebagai pusat kegiatan dan ruang-ruang ekspresi kebudayaan, guna memperluas dan menjamin pemerataan akses masyarakat pada kebudayaan

Perumusan kebijaksanaan pemerintah pusat dan daerah perihal kebudayaan akan berangkat dari tujuh Agenda Strategis dan tujuh Rencana Aksi Pemajuan Kebudayaan ini.

Di antara berbagai aspirasi yang diungkapkan peserta Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 lalu, ada satu aspirasi tentang hubungan antara kekayaan budaya dan Revolusi Industri 4.0. Berangkat dari ide untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai platform kekinian, kaum muda akan ditempatkan sebagai garda-depan (avant garde) dalam realisasi ide cemerlang yang dipicu oleh lahirnya Revolusi Industri 4.0 ini.

Aspirasi yang berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0 juga dipantik oleh “Forum Anak Muda Wujudkan Idemu!!!” yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Kongres Kebudayaan 2018. Aspirasi tersebut kemudian semakin matang setelah melalui diskusi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 11 Desember 2018 bersama sejumlah seniman dan budayawan sebagai perwakilan dari Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Berangkat dari itu semua, maka digagaslah penyelenggaraan Kemah Budaya Kaum Muda.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan Kemah Budaya Kaum Muda ini bermaksud untuk menjadi ruang inkubator yang mendorong lahirnya berbagai purwarupa (prototype) dan inisiatif sosial untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan di berbagai daerah. Upaya pemajuan kebudayaan ini akan berbasis interaksi kreatif antar kaum muda sebagai garda-depan (avant-garde) dengan menggunakan pendekatan terpadu di bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics).

Tujuan kegiatan penyusunan Kemah Budaya Kaum Muda adalah:

  1. Meningkatkan pemanfaataan berbagai aspek Revolusi Industri 4.0. dalam pemajuan kebudayaan
  2. Mendorong kontribusi berbagai capaian terbaru dalam STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics)
  3. Meningkatkan peran kaum muda dalam pemajuan kebudayaan
  4. Meningkatkan kerja sama lintas K/L, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta dalam pemajuan kebudayaan
  5. Mencari solusi atas Daftar Masalah Umum PPKD

Sekretariat Direktorat Jenderal, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia
Komplek Kemdikbud
Gedung E Lt.4
Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta 10270
Email: kebudayaan@kemdikbud.go.id
Telepon: (021) 5731063, (021) 5725035
Fax: (021) 5731063, (021) 5725578