Tentang Kemah Budaya Kaum Muda

Kemah Budaya Kaum Muda (selanjutnya disingkat KBKM) merupakan platform kerja budaya yang menghimpun kaum muda yang berusia antara 18 – 28 tahun untuk menjawab berbagai tantangan pemajuan kebudayaan dengan memanfaatkan kekayaan wawasan di bidang STEAM dan Revolusi Industri 4.0. Sebagai platform kerja budaya, KBKM memainkan sejumlah peran sebagai berikut:

  1. Sebagai ruang inkubator untuk inovasi pemajuan kebudayaan
  2. Sebagai ruang kerja bersama (coworking space) bercorak gotong-royong
  3. Sebagai ruang fasilitasi atas usaha rintisan di bidang pemajuan kebudayaan
  4. Sebagai ruang rangsangan inisiatif anak muda di bidang pemajuan kebudayaan

Pertama, sebagai ruang inkubator untuk inovasi pemajuan kebudayaan, KBKM mewadahi inisiatif-inisiatif kaum muda untuk menciptakan purwarupa (prototype) atau aktivasi insiatif sosial yang dapat memecahkan tantangan dan permasalahan tertentu di bidang pemajuan kebudayaan. Kedua, sebagai ruang kerja bersama (coworking space) bercorak gotong-royong, KBKM menghadirkan ruang bersama bagi kaum muda dari berbagai latar belakang keahlian (STEAM) dan kewilayahan untuk berinteraksi dan bekerja bersama demi pemajuan kebudayaan. Ketiga, sebagai ruang fasilitasi usaha rintisan di bidang pemajuan kebudayaan, KBKM mewadahi pertemuan antara inisiatif pembuatan purwarupa budaya atau atau aktivasi insiatif sosial dan sumber-sumber pendanaan (pemerintah dan swasta) sehingga mengaktifkan inisiatif tersebut menjadi proyek jangka panjang yang berdampak luas.

KBKM diselenggarakan di Bumi Perkemahan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 21 – 25 Juli 2019. peserta berusia 18 – 28 tahun. Setiap peserta mendaftar dalam kelompok yang terdiri dari 3 – 5 orang. Setiap kelompok diharapkan akan menghasilkan keluaran yang dapat mendorong pemajuan kebudayaan di daerah. Ada empat subkategori keluaran kelompok:

KATEGORI OUTPUTSUBKATEGORI OUTPUTPENGERTIANCONTOH
Purwarupa (produk)Purwarupa AplikasiPurwarupa (prototype) yang berbentuk aplikasi digital dan memiliki tujuan memajukan kebudayaan.Aplikasi pelaporan persekusi, game online, dll.
Purwarupa FisikPurwarupa (prototype) yang berbentuk fisik dan memiliki tujuan memajukan kebudayaan.Mesin pemindai manuskrip lontar, kendaraan yang didesain berperspektif budaya tradisi dan ramah lingkungan, dll.
Aktivasi (inisiatif sosial)Aktivasi KegiatanKegiatan yang melibatkan masyarakat dalam upaya pemajuan kebudayaan.Pemberdayaan warga dalam mengelola sampah yang didaur-ulang menjadi produk kebudayaan dan dipamerkan dalam Festival Daur-Ulang Budaya.
Aktivasi KajianKegiatan pendataan dan pengkajian yang melibatkan masyarakat dalam upaya pemajuan kebudayaan.Pemberdayaan masyarakat untuk merekam bunyi nyanyi-nyanyian tradisi dan dipentaskan dalam Festival Suara Tradisi.

Rangkaian kegiatan KBKM dibagi menjadi tiga tahap:

  1. Pra-Kemah (April – 20 Juli 2019). Tahap ini dimulai dengan pembukaan pendaftaran kelompok.  Setelah seleksi dilakukan untuk memilih 130 kelompok, dijalankan proses fasilitasi penajaman gambaran inisiatif menjadi proposal. Keluaran tahap ini adalah proposal yang telah dipertajam melalui proses diskusi dengan fasilitator.
  2. Kemah (21 – 25 Juli 2019). Tahap ini dilaksanakan sepenuhnya dalam kegiatan kemah di Prambanan. Proses penjurian akan dilakukan untuk memilih 12 kelompok dengan inisiatif terbaik dari total 130 kelompok yang berpartisipasi dalam kemah. Keluaran tahap ini adalah model proyek (proposal rinci dan business canvas yang dapat disertai dengan model).
  3. Pasca-Kemah (26 Juli – 1 Desember 2019). Tahap ini diawali dengan pemberian dana fasilitasi bagi 12 kelompok terpilih. Dengan dana tersebut dan dibantu oleh fasilitator, setiap kelompok mewujudkan rencananya dalam proposal untuk menghasilkan purwarupa dan atau aktivasi. Keluaran tahap ini adalah purwarupa atau aktivasi.

Daftar Masalah Umum PPKD

Dalam mengembangkan inisiatif menjadi purwarupa atau aktivasi, setiap kelompok diharapkan dapat menjawab sebagian dari 10 masalah yang tercantum dalam Daftar Masalah Umum Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (DMU PPKD). DMU ini disarikan dari ribuan permasalahan yang dicatat dalam dokumen PPKD setiap kabupaten/kota di Indonesia. 10 DMU PPKD tersebut adalah sebagai berikut:

No.DMU PPKDKONDISI TERBURUKKONDISI TERBAIK
1Belum optimalnya mekanisme pelindungan ekspresi budaya masyarakat sehingga pelaku budaya dengan mudah kehilangan hak-hak kebudayaannya di hadapan persekusiMasyarakat menyensor tradisinya sendiri demi tunduk pada tuntutan persekusiSinergi lintas pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan untuk menangkal persekusi
2Kurangnya interaksi antarbudaya yang berbeda di masyarakat yang menunjang pengayaan keragaman Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK)Masyarakat tersekat-sekat pada kelompok budayanya sendiri; muncul intoleransi pada budaya kelompok lainMasyarakat merasa kebudayaannya diperkaya oleh interaksi antar-budaya
3Kurangnya pengelolaan kekayaan wawasan budaya tradisional untuk menjawab permasalahan lingkungan hidup, kebencanaan dan memperkuat wawasan kebangsaanLenyapnya relevansi budaya tradisi dalam menjawab tantangan hidup masa kiniWawasan budaya tradisi diberdayakan untuk menjawab tantangan hidup masa kini
4Kurang efektifnya diplomasi budaya Indonesia di tingkat dunia terkait pemanfaatan kreatif atas OPK dan jaringan diaspora Indonesia di luar negeriRendahnya peran dan pengaruh budaya Indonesia di tingkat duniaKuatnya peran dan pengaruh budaya Indonesia di tingkat dunia
5Belum optimalnya pemanfaatan OPK untuk penguatan karakter bangsa dan pengayaan identitas budaya yang inklusifPenguatan karakter bangsa dijalankan tanpa memberdayakan keberagaman OPK yang hidup di masyarakat sehingga menjadi doktrinerPenguatan karakter bangsa dijalankan dengan memberdayakan keberagaman OPK dan sifat inklusif dari kebudayaan
6Belum optimalnya pemanfaatan ekonomi secara kreatif atas OPK untuk meningkatkan kesejahteraan umum seluruh masyarakatPerekonomian Indonesia tergantung pada sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan rentan konflik sosial (ekonomi ekstraktif)Perekonomian Indonesia tergantung pada daya kreatif kebudayaan masyarakat yang selalu bisa diperbarui dan meningkatkan harmoni sosial
7Kurang efektifnya mekanisme kontrol masyarakat terhadap kebijakan budaya yang diambil pemerintah di daerahKebijakan budaya di daerah ditentukan sepenuhnya oleh selera pejabat dinas kebudayaanKebijakan budaya di daerah ditentukan oleh kepentingan masyarakat yang ikut terlibat dalam proses pengambilan kebijakan
8Belum adanya sistem data terpadu di bidang kebudayaan yang menghubungkan berbagai pusat data milik pemerintah dan masyarakatTidak adanya konsolidasi data kebudayaan; data terserak di tiap-tiap lembaga dan tidak terakses masyarakatKonsolidasi data kebudayaan dalam satu jaringan yang dapat diakses bersama
9Lemahnya regenerasi pelaku/ahli/pemerhati OPK di masyarakatPunahnya pelaku budaya karena tidak ada generasi baru yang mau melanjutkanRegenerasi pelaku budaya yang ditopang oleh peningkatan relevansi khazanah budaya dalam menjawab tantangan zaman
10Belum terwujudnya perluasan dan pemerataan akses publik atas sarana dan prasarana budayaKebudayaan hanya bisa diakses kaum yang berprivilese (orang kaya, tokoh besar, pesohor kebudayaan)Kebudayaan kapan saja, di mana saja dan untuk semua

Tahapan KBKM

TAHAPAN KBKMAGENDA KERJAINDIKATOR PERFORMA KERJA
Tahap I:
Pra-Kemah (April – 20 Juli 2019)
Menyusun ProposalTerbentuknya Kerangka Proposal Dasar
Menajamkan ProposalTersusunnya 4 Bab dokumen proposal: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Konsep Purwarupa dan Manfaat Purwarupa
Penyusunan Rancangan Anggaran BiayaTersusunnya RAB yang logis dan mencerminkan efektivitas dan efisiensi biaya
Pembentukan Lini MasaTersusunnya Lini Masa kerja kelompok sesuai dengan tenggat waktu KBKM
Penyusunan Rencana KerjaTersusunnya Rencana Kerja beserta aspek turunannya
Evaluasi ProposalTerciptanya Proposal yang semakin tajam dan masuk akal
Revisi ProposalTersusunnya Proposal final yang akan dikembangkan dalam KBKM
Tahap II:
Kemah (21 – 25 Juli 2019)
Penyusunan Business CanvasTersusunnya kerangka Kanvas Model Bisnis yang memetakan hal-hal yang berkaitan dengan ide proposal
Perincian Proposal dan ModelKelompok merinci proposal mereka dan membangun model (misalnya maket, dummy) yang siap dipresentasikan di depan dewan juri
Tahap III:
Pasca-Kemah (26 Juli – 1 Desember 2019)
Perencanaan Purwarupa atau AktivasiKelompok menyusun roadmap dan pembagian peran dalam mewujudkan purwarupa atau aktivasi
Pengembangan Purwarupa atau AktivasiKelompok menjalankan pengembangan purwarupa atau aktivasi sesuai jadwal yang telah direncanakan
Pameran dan Pelaporan Purwarupa atau AktivasiKelompok menyelesaikan purwarupa atau aktivasi dan menyampaikan laporan

Formulir Pendaftaran

Kelompok Kemah Budaya Kaum Muda