Siapa bilang kamu harus menciptakan sesuatu yang baru untuk membuat sebuah gebrakan? Suatu inovasi yang sudah ada bisa menginspirasimu untuk berkarya dan nggak kalah keren kok.  Dalam cerita kali ini, kamu akan melihat bagaimana sebuah purwarupa fisik yang kemudian bisa mendunia.

Sepeda bukanlah hal asing bagi masyarakat desa maupun perkotaan. Apalagi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup ramah lingkungan, sepeda merupakan alternatif transportasi yang mulai diminati kembali. Nah, sebagai seseorang yang rutin bersepeda di pagi hari, Singgih S. Kartono membuat prototype fisik berupa sepeda yang diberi nama Spedagi, singkatan kata dari sepeda pagi.Yang keren dari Spedagi adalah frame (kerangka utama) sepeda ini terbuat dari bambu. Kelebihan material bambu sebagai materi sepeda terletak pada kemampuan peredam terbaik dibanding metal maupun carbon fiber sehingga akan membuat perjalananmu dengan sepeda itu terasa lebih nyaman. Dibandingkan dengan sepeda berframe metal, bambu jelas lebih ramah lingkungan karena merupakan sumber yang berkelanjutan. Dalam website nya, Singgih mengaku bahwa beliau terinspirasi dari  sepeda bambu karya Craig Calfee (USA). Kenyataan bahwa sepeda bambu justru dikembangkan di negara yang bukan penghasil bambu telah “menampar” Singgih. Sebagai seorang desainer yang tinggal di negara yang sangat kaya dengan bambu sudah seharusnya dirinya mengembangkan dan memproduksi sepeda bambu.  Singgih memanfaatkan sumber daya alam lokal dan memberdayakan kaum muda di desanya Kandangan Temanggung Jawa Tengah. Singgih melatih anak-anak muda lokal dan tidak menuntut syarat akademis. “Yang penting bisa membaca, menulis, menghitung, mau belajar dan disiplin,” jawab Singgih ketika penulis menanyakan syarat untuk bergabung di ruang kreatifnya.

Peminat Spedagi tidak terbatas di Indonesia saja, namun Singgih memutuskan untuk menjadikan pasar dalam negeri sebagai pasar utama dan “mengekspor” Spedagi sebagai sebuah gerakan global untuk mengajak anak muda tinggal dan berkarya di desa. Ekspor produk disadarinya bukan praktek yang sejalan dengan upaya mewujudkan kelestarian kehidupan global. Meskipun tidak diekspor Spedagi telah mendapatkan beberapa penghargaan internasional bergengsi antara lain dari DFA (Design For Awards), German Design Award, dan yang terbaru Gold award Good Design Japan 2018. Gerakan global Spedagi juga telah menginspirasi berdirinya Spedagi Japan (www.spedagijapan.com) dan Kashmir Innovation Lab (IG @studiokilab). Gerakan kreatifnya juga telah melahirkan Pasar Papringan (IG @pasarpapringan) yang menjadi sumber inspirasi berdirinya puluhan kegiatan serupa di Indonesia.

Sepeda Bambu Spedagi selain diproduksi sebagai alat transportasi,  juga merupakan ikon dan duta dari Gerakan Kreatif untuk Revitalisasi Desa. Sepeda bambu merupakan metafora dari gerakan tersebut, seperti desa-desa yang terabaikan, sepeda Spedagi dibuat dari bambu, bahan lokal yang selama ini disepelekan. Namun dengan upaya serius ditunjukkan bahwa dari bambu dapat dihasilkan produk baru dengan nilai tambah yang besar.   

Spedagi bukan hanya sebuah sepeda bambu keren, namun juga sebuah gerakan yang bertujuan membawa Desa kembali ke harkat dasarnya sebagai komunitas lestari dan mandiri.

kbkm

Author kbkm

More posts by kbkm

Join the discussion 14 Comments

  • Yorizal Tri Marzuki Gulo says:

    So amazing karya anak bangsa, membuat kami semakin bermotivasi dalam berkreatif dan berinovasi.😊

  • Solima Analisa Daeli says:

    Keep inspiring👍

  • Keren. Ayo anak muda mari bangun nusantara kita agar lebih inovatif tanpa menghilangkan kedaerahan kita masing-masing

  • Keren. Ayo anak muda mari terus berinovatif untuk nusantara kita.

  • Thayban says:

    waaaawwwww inovasi yang keren….

  • Harun Maolid says:

    Mari kita berkarya dengan inovasi yang sudah ada untuk membuat gebrakan kepada dunia!!

  • Sepeda merupakan transportasi alternatif sederhana yang dikenal di kalangan masyarakat umum, baik di desa maupun di kota. Hal yang paling utama pada alat transportasi (sepeda) adalah ramah lingkungan selain menghemat bahan bakal dunia, ia bisa mengurangi angka populasi kendara dan tentunya ramah lingkungan dan dapat digunakan tiap kalangan, anak-anak, remaja, bahkan orangtua yang sudah lanjut usia.
    Purwarupa fisik berupa sepeda yang di kembangkan beliau (Pak Singgih) yang menggunakan material dasar bambu merupakan hal unik yang dapat menarik perhatian publik hingga para seniman lainnya, luar maupun dalam negeri. Bentuk dan desainnya pasti beragam, dan yang paling penting dapat memanfaatkan sumber daya alam, serta menumbuhkan raga semangat bagi remaja saat ini untuk terus kreatif mengelolah sumber daya alam yang tersedia di Negara sendiri.
    Hal yang membanggakan lagi karya anak bangsa dapat dikenal dan menginspirasi negara lain, sebagai kaum muda kami merasa bangga melihat hasil karya dan kerja pak Singgih. Motivasi bagi masyarakat indonesia, khusunya kaum muda untuk berkarya bukan hanya pada hal-hal yang besar melainkan hal-hal yang ada disekeliling juga dapat di manfaatkan dan pergunakan.
    Di satu sisi masih sebagian besar masyarakat khususnya kaum muda masih kurang sadar dalam penggunakaan sumber daya alam disekitar. Melalui hasil karya pak Singgih akan menjadi tolak semangat dan contoh bagi kaum muda untuk lebih kreatif lagi dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya sekitar.
    Sebagai kaum muda, kami menilai bahwa kebudayaan indonesia yang begitu beragam memberikan daya tarik tersendiri bagi negara lain. Sayangnya hal ini belum disadari oleh sebagian besar masyarakat indonesia. Masyarakat indonesia khususnya kaum muda saat ini cenderung tertarik dengan budaya luar negeri. Hal ini menurut hemat kami diakibatkan kurangnya penanaman nilai nilai kebudayaan kepada masyarakat, khususnya kaum muda sebagai generasi penerus bangsa.
    Untuk itu, kaum muda perlu dibimbing melalui kegiatan kegiatan kebudayaan agar mereka lebih dapat menghargai nilai kebudayaan. Dengan menghargai nilai kebudayaan, secara alamiah timbul ketertarikan dalam diri kaum muda untuk memberikan karya terbaik nya, sehingga dapat menimbulkan semangat baru untuk terus berkaya tanpa batas, hingga di kenal di berbagai negara lain. Menunjukkan bahwa jika mereka bisa, kita pun harus bisa.

  • Adelia putri says:

    Sangat setuju dimana moderenisasi yang mendunia adalah dengan mengeksplor yang ramah lingkungan, keren, bermanfaat yang dikemas secara apik seperti contoh diatas, dimana dengan ide-ide kreatif tanpa batas tidak hanya itu kita bisa memunculkan karya-karya lainya, dengan dukungan dan kerja sama antara pengrajin ide kreatif sarana prasarana dan dukungan pemerintah.

  • Adelia putri says:

    Sangat setuju dimana moderenisasi yang mendunia adalah dengan mengeksplor yang ramah lingkungan, keren, bermanfaat yang dikemas secara apik seperti contoh diatas, dimana dengan ide-ide kreatif tanpa batas tidak hanya itu kita bisa memunculkan karya-karya lainya, dengan dukungan dan kerja sama antara pengrajin ide kreatif sarana prasarana dan dukungan pemerintah.

  • kelompok Tihulesi, Sari Fitaria Gay says:

    terimah kasih sebelumnya atas konsep briliant ini, Sepedagi merupakan sebuah produk yang spesial bukan hal sederhana menggantikan bahan metal dengan bambu saja melainkan menjadikannya sebuah produk yang sutainable, ramah lingkungan nyaman dan mampu memberdayakan desa dengan kearifan lokalnya. sepedagi merupakan salah satu pintu revitalisasi desa yang patut kitah contoh dan terapkan didalam lingkungan sekitar sesuai dengan sumberdaya dan kebutuhan yang ada. Meskipun demikian sepedagi masih perlu dikembangkan lagi dengan kualitas yang teruji agar dapat dipercaya oleh konsumen baik awan maupun profesional, baik dalam maupun lular negeri.

  • Kelompok Tihulesi, Ivan Axl Pattinasarany says:

    Terima kasih sebelumnya, penemuan ini sangat briliant! dengan peneman spedagi ini tentunya akan menambah produksi bahan organik ramah lingkungan yang baik untuk lingkungan bumi. tapi di di sini ada sedikit kekurangan yang harus kita waspadai, yaitu intensitas masyarakat yang ingin sesuatu yang instan dan cepat, sehingga ditakutkan penemuan ini tak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berberapa tahun yang akan datang. sekali lagi terima kasih karena dari ide ini dapat muncul inovasi baru untuk bahan organik siap pakai lainya

    • Marsa Gipta Juliana says:

      Sangat mengapresiasi sekali kreativitas dan kemauan pak Singgih dalam menciptakan produknya. Kehadiran Sepedagi yang ramah lingkungan, menjawab berbagai persoalan sosial, lingkungan dan kesehatan. Semoga para generasi muda Indonesia semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide-idenya.

  • Kelompok Tihules, Seli Maitimu says:

    Sama seperti Singgih yang terinspirasi dari sepeda bambu karya Craig Calfee (USA), kami juga sangat terinspirasi dari sebuah sekolah adat yang ada di Daerah Kalimantan, dan melihat minimnya kecintaan masyarakat lokal di Ambon untuk budayanya, lalu mendorong kami untuk menumbuhkan kembali cinta dan rasa peduli kepada budaya dan kebiasaan hidup di masyarakat dengan membuat sekolah adat tersebut .

  • wah Sangat brilian produk yang di ciptakan dengan konsep yang sudah ada lalu di buat lagi produk yang sangat baik bagi Alam sekitar
    saya sangat terinspirasi dengan creativitas yang di buat.

Leave a Reply