Seberapa Keren Ide Kalian?

Kami telah merangkum banyak jawaban dari peserta KBKM 2020 melalui pertanyaan, seberapa keren ide kalian?  Pertanyaan itu kami ajukan, untuk mendapatkan gambaran langsung dari peserta bahwa ide mereka bukanlah kaleng-kaleng.

“Karena standar rispek orang dan dewan juri berbeda, jadi kami tim TUO TEGANAI tidak menitikberatkan pada sebuah kemegahan dan keren sebuah ide, melainkan fokus ke solusi yang realistis dan bisa kami kerja dan jangkau dalam waktu yang sangat dekat dan itu urgent menurut kami bahkan mungkin menurut kaum seniman kriya yang berfokus ke pengrajin batik.”  (Tim Tuo Teganai, Aceh)

“Dari skala 1-10, dimana 10 melambangkan paling keren. Berdasarkan perspektif subjektifitas kelompok, nilai dari ide kami adalah 9. Selanjutnya pembenaran dari asumsi kami ini adalah Ambyar mendapatkan predikat dua terbaik kategori aplikasi regional BPNB Sumatera Barat.”  (Tim Ambyar, Sumatera Barat)

Kami ingin anak-anak Indonesia memiliki kepercayaan diri untuk dapat berkarya. Sehingga hal ini dapat dimulai dari membuat buku Pop Up bertema kebudayaan Jawa Barat karya mereka sendiri. Anak harus diberi dukungan dalam menciptakan ide-ide kreatif mereka, agar ketika mereka dewasa nanti karakter yang terbentuk pun akan menciptakan generasi yang mampu untuk menciptakan sebuah karya. (Tim Bocil, Jawa Barat)

Kami akan sangat memikirkan desain, mulai dari komposisi dan perpaduan warna yang pas dengan nilai budaya apa yang ingin kami ceritakan dan tidak luput dengan bahan dari scarf-nya itu sendiri yang mampu mengurangi limbah tekstil di Indonesia. Kami menggunakan bahan yang terbuat dari tencel printing dengan natural fiber yang ramah bagi lingkungan. (Tim Anglukisah, Jawa Barat)

Agak bingung sih kalau mau ditanya “sekeren apa”, tapi intinya setiap action yang kami lakukan untuk realisasi ide tersebut dilakukan secara hati hati, teliti, dan berusaha untuk lakukan yang terbaik. Karena menurut kami ada banyak ide yang bagus, tapi tanpa realisasi dan aksi yang tepat juga akan jadi “another good idea”. (Tim Sumange’ Tealara,  Sulawesi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *