1. Belum optimalnya mekanisme perlindungan ekspresi budaya masyarakat sehingga pelaku budaya dengan mudah kehilangan hak-hak kebudayaannya di hadapan persekusi.
  2. Kurangnya interaksi antarbudaya yang berbeda di masyarakat yang menunjang pengayaan keragaman OPK.
  3. Kurangnya pengelolaan kekayaan wawasan budaya tradisional untuk menjawab permasalahan lingkungan hidup.
  4. Kurang efektifnya diplomasi budaya Indonesia di tingkat dunia terkait pemanfaatan kreatifitas atas OPK dan CB serta jaringan diaspora Indonesia di luar negeri.
  5. Belum optimalnya pemanfaatan OPK dan CB untuk penguatan karakter bangsa dan pengayaan identitas budaya yang inklusif.
  6. Belum optimalnya pemanfaatan ekonomi secara kreatif atas OPK dan CB untuk meningkatkan kesejahteraan umum seluruh masyarakat.
  7. Kurang efektifnya mekanisme kontrol masyarakat terhadap kebijakan budaya yang diambil pemerintah di daerah.
  8. Belum adanya sistem data terpadu bidang kebudayaann yang menghubungkan berbagai pusat data milik pemerintah dan masyarakat.
  9. Lemahnya regenerasi pelaku/ahli/pemerhati OPK dan CB di masyarakat.
  10. Belum terwujudnya perluasan dan pemerataan akses publik atas sarana dan prasarana budaya.