Memajukan kebudayaan tidak selalu harus menggarap suatu kesenian atau melestarikan kekayaan tradisi. Sebuah kepedulian sosial yang sangat berdampak terhadap kesehatan mental kaum muda tengah diaktualisasikan oleh Indri Mahardiraka dan rekan-rekannya di Saveyourselves.id. Purwarupa ini merupakan bukti majunya pemikiran kaum muda kita dan adanya keinginan untuk menghapus stigma buruk tentang kesehatan mental. Di negara-negara maju, kesehatan mental sudah ditanggapi secara serius sementara harus kita akui, di Indonesia masih ada anggapan bahwa tidak banyak yang mau menolong orang dengan penyakit mental. Akibat paling fatal dari sakit mental adalah menghilangkan nyawa sendiri dan tindakan bunuh diri ini sebenarnya bisa dikenali tanda-tandanya. Oleh karena itu, jika kita peduli, kita bisa kok mencegah bunuh diri.

Pemicu terbentuknya Saveyourselves.id adalah perhatian Indri dan adiknya, yang memang berlatarbelakang formal di bidang psikologi, pada fakta kesehatan mental secara global, termasuk Indonesia. Dalam wawancara penulis dengan Indri, ia menceritakan bahwa salah satu jurnal kesehatan mental mengatakan, pada 2016, demografis usia pelaku bunuh diri yang dulunya adalah usia paruh baya (40-50 tahun), kini bergeser menjadi anak-anak muda. Kegelisahan akan kesehatan mental kaum muda di Indonesia membuat Indri mengaktifkan ruang curhat di media sosial LINE. Akun yang terbuka untuk keluh kesah ini tidak mendiagnosa maupun memberi solusi untuk masalah orang yang bercerita. Akun ini dibuat hanya untuk mendengar, menjadi teman, dan jika teraba tendensi pada penyakit mental, pencerita akan dibujuk dan diarahkan untuk menemui praktisi profesional. Orang yang ingin chat dengan akun Saveyourselves.id di LINE semakin banyak dan respon masyarakat ini mengantarkan Indri untuk berpartisipasi dalam Startup Weekend Jakarta Competition yang saat itu temanya sesuai dengan semangat Saveyourself.id, social enterprise. Saveyourselves.id memenangkan kompetisi tersebut.

Saveyourselves.id tidak memungut biaya apapun hingga kini dan permintaan curhat semakin melesat hari demi hari. Dengan demikian, mereka membutuhkan relawan untuk menjadi admin lini chat di media sosial tersebut. Indri tidak menyangka animo masyarakat untuk tergabung menjadi relawan Saveyourselves.id juga tinggi. “Selalu ada yang ingin bantu kita dan ini cukup mengagetkan,” ungkap Indri. Walau begitu, tim Saveyourselves.id menyeleksi dengan ketat untuk posisi admin LINE. Mereka yang lolos seleksi dipastikan sehat secara mental, tidak punya tendensi bunuh diri, dan tidak mudah stress. Secara rutin, para relawan ini juga diikutkan lokakarya merawat pikiran. Karena, walau secara mental mereka kuat, posisi ini tetap melelahkan dan beresiko. Wah, coba bayangkan kita mendengar kisah-kisah depresi berat setiap hari. Tidak mudah, ya.

Inisiatif Indri Mahardiraka untuk mencegah tindakan bunuh diri pada kaum muda di Indonesia sangat menginspirasi. Kalau kalian juga ingin membuat purwarupa aplikasi yang bersifat sosial, menurut Indri yang dibutuhkan diantaranya adalah keinginan belajar yang luar biasa. Kamu harus siap menghadapi apapun karena bisnis sosial banyak rintangannya. “Mungkin kamu berpikir, kita cuma mau bantu orang aja kok banyak halangannya sih? Padahal Kita nggak jualan produk, nggak ngomongin e-commerce. Namun ini merupakan hal yang wajar karena lewat social business kita mau membuat efek yang besar,” ungkapnya. Indri juga menyarankan kamu untuk ikut porgram inkubator bisnis sosial, misalnya SIAP. SIAP adalah kependekan dari Social Innovation Accelerator Program, dan di sini Indri benar-benar belajar mematangkan konsep, memprediksi efek dari purwarupa ini, dan bagaimana cara mencari dana. Indri menekankan pentingnya mentor dalam menjalankan bisnis sosial sehingga program-program inkubator seperti SIAP akan sangat membantu. Nah, bagaimana? Siap menjadi inspirasi?

kbkm

Author kbkm

More posts by kbkm

Leave a Reply