Butuh Riset Gak Sih?

Kami percaya bahwa  ide yang dibuat peserta KBKM 2020  itu gak asal jadi, gak bimsalabim! Gimana sebetulnya para peserta mendalami ide mereka? Kami merangkum jawaban mereka.

Kami melakukan riset melalui pengamatan observatif, melalui studi kepustakaan dari berbagai literasi, sampai melakukan survey dengan Google Form dengan objek anak muda Kota Lamongan dan beragam kota lainnya di Indonesia. Sehingga data yang kami kumpulkan bisa valid dan ide inovasi kami mampu dipertanggungjawabkan dan diharapkan membawa angin segar terhadap penggunaan dan minat anak muda pada Aksara Jawa. (Tim Laskar Gandhi, DIY)

Dalam membentuk ide kami melakukan pencarian dari berbagai referensi berupa jurnal-jurnal pendukung. Sedangkan untuk observasi lapangan kami lakukan setelah mendapatkan masukan dari dewan juri ketika pelatihan berlangsung. Untuk daftar referensi yang digunakan serta hasil observasi telah kami cantumkan di dalam portofolio kami. (Tim Ganitri)

Referensi melalui media sosial (Instagram) dengan melihat model tas-tas kekinian yang banyak dijual secara daring  sehingga memunculkan ide untuk membuat tas kekinian berbahan kain tenun sutra Mandar. Referensi dari buku untuk beberapa informasi umum tentang tenun Mandar juga kami temui dalam buku karangan Idham Khalid Bodi, Lipa’ Sa’be Mandar Tenun Sutera Mandar-Sulawesi Barat (2009). Dan observasi melalui penjahit atau penenun di desa. (Tim Ruang Budaya Bura’pia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *